Sudahkah Waktunya Anda Menyingkirkan Pemanis Buatan?

Para pembaca mungkin sudah tahu bahwa saya tidak suka dengan pemanis buatan karena produk ini memiliki hubungan yang erat dengan obesitas, diabetes tipe 2, dan sindrom metabolisme (artinya metabolisme basal anda sangat rendah). Inilah sebabnya mengapa Magnus Performance mengembangkan produk whey protein kami sendiri. Selain dari itu tubuh kita sendiri justru membutuhkan asupan gula sebelum olah raga untuk membantu pembakaran lemak.

Dalam beberapa minggu terakhir, banyak berita yang menyatakan bahwa konsumsi pemanis buatan akan menimbulkan stroke, alzheimer, dan dementia. Tentunya ini merupakan satu lagi alasan untuk menghindari pemanis buatan bukan? Sayangnya terkadang kita perlu menggali sedikit lebih dalam, sebab ilmu pengetahuan itu susah dan bumi ini tidak datar. Maka dari itu, marilah kita menggali kebenaran ini lebih lanjut.

Dua Studi

Seperti biasa, ketika media massa akan menempatkan headline yang besar tentang kesehatan, anda perlu membaca studi aslinya lebih mendalam. Dalam hal ini ada dua studi dimana yang satu diterbitkan dalam jurnal stroke, sedangkan yang satunya lagi dilakukan oleh Boston University dan dipublikasikan dalam jurnal Alzheimer & Dementia. Dalam kedua studi ini, metodologi pengambilan datanya sekedar pelaporan pribadi oleh peserta studi, dan masalah perbandingan ras peserta tidak disebutkan. Pelaporan pribadi itu sendiri sangat tidak bisa diandalkan karena ini bergantung pada ingatan peserta dan bentuk pertanyaan dalam lembar survey. Orang dengan ras yang berbeda juga bisa memberikan reaksi yang berbeda terhadap asupan nutrisi tertentu. Persentase orang Asia yang tidak dapat mencerna laktosa jauh lebih tinggi dari orang Eropa. Karena itu studi ini mungkin saja tidak dapat diaplikasikan ke diri anda.

Selain itu, dalam studi Boston University, faktor keseringan berolahraga, merokok, kebiasaan makan dan tingkat pendapatan juga tidak disebutkan sama sekali. Padahal 4 faktor ini sudah terbukti sangat mempengaruhi ingatan dan volume otak. Studi yang dipublikasikan oleh jurnal stroke memiliki kualitas yang lebih tinggi sebab para peneliti telah mempertimbangkan 4 faktor diatas. Dan walaupun studi Boston University menunjukkan hubungan konsumsi minuman manis biasa dengan dementia, studi di jurnal Stroke tidak menunjukkan hubungan ini. Yang ditunjukkan adalah hubungan konsumsi pemanis buatan dengan stroke dan dementia. Walaupun demikian, hubungan ini hanya sebatas 3 persen dari populasi awam.

Kesimpulan

Bila anda tidak mengidap diabetes, ada banyak alasan kenapa sebaiknya anda perlu rajin berolahraga dan mengkonsumsi gula asli dalam porsi yang tidak berlebihan. Namun bila anda telah mengidap diabetes, dan anda sangat kepingin sekali mengkonsumsi sesuatu yang manis namun tidak ingin gula darah anda meloncat naik, maka konsumsi pemanis buatan sesekali saja tidak akan langsung meningkatkan resiko anda terkena stroke secara drastis.

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *