Lemak Tak-Jenuh itu baik, Lemak Jenuh itu buruk?

Health Blog Nutrition

Ketika saya masih di SMU, kami diajarkan bahwa lemak jenuh itu tidak baik, lemak tak-jenuh tunggal itu lebih baik, dan lemak tak-jenuh ganda itu paling baik untuk kesehatan. Dan berdasarkan pengalaman saya mengajad biologi SMu dengan materi Cambridge tahun lalu, hal yang sama masih diajarkan. Semua jenis makanan di feature blog ini dibilang tidak sehat terutama karena tingginya kadar lemak jenuh makanan-makanan ini. Apakah ini benar? Dulu kita diajarkan bahwa margarin (yang dari minyak kelapa sawit) itu lebih sehat dari mentega (yang dari lemak susu), fruktosa lebih sehat dari gula biasa, non-dairy creamer lebih sehat dari susu, dan pemanis buatan itu menyehatkan. Namun semuanya ini terbukti salah.

100 gr minyak kedelai mengandung 16 gr lemak jenuh, 23 gr lemak tak-jenuh tunggal, dan 58 gr lemak tak-jenuh ganda. 100 gr minyak kelapa mengandung 87 gr lemak jenuh, 6 gr lemak tak-jenuh tunggal dan 1.8 gr lemak tak-jenuh ganda. Apabila buku biologi SMU anda itu benar, maka minyak kedelai adalah makanan sehat sedangkan minyak kelapa sangat tidak sehat.

Penelitiannya

Para peneliti dari University of California, Riverside baru-baru imi mengadakan percobaan dimana tikus-tikus dipisah menjadi empat kelompok. Kelompok pertama diberi makan minyak kelapa (CO), kelompok kedua diberi makan paduan minyak kelapa dan minyak kedelai (CO-SO), kelompok ketiga diberi fruktosa dan minyak kelapa (F-CO) dan kelompok terakhir diberi paduan fruktosa, minyak kelapa dan minyak kedelai (F-CO-SO), total persentase konsumsi minyak kedelai dan fruktosa dibuat mengikuti diet modern orang amerika. Tujuan campuran ini adalah untuk menyelidiki efek lemak jenuh dibanding tak-jenuh dan fruktosa terhadap kesehata. Total asupan lemak setiap kelompok adalah 40%, sangat tinggi namun masih cukup alami, tidak seperti apa yang dilakukan oleh para peneliti di Melbourne yang memaksa tikus-tikus mereka mengkonsumsi 80% lemak.

Tikus-tikus ini akan diukur dari segi peningkatan berat badan, penambahan lemak di tubuh, glucose intolerance, penentangan insulin dll untuk melihat dampak perbedaan diet ini terhadap kesehatan.

Hasilnya

Tikus-tikus di kelompok kedua (CO-SO) mengalami peningkatan berat, lemak tubuh, diabetes, dan penentangan insulin dibanding dengan tikus kelompok pertama (CO). Tikus kelompok kedua juga mengalami lever berlemak, penggelembungan hepatocyte dan titik-titik lemak yang besar selain dari pemendekan crypt kolon. Tikus kelompok ketiga (F-CO) tidak mengalami peningkatan berat badan maupun diabetes sebanyak kelompok kedua, namun mengalami pelemahan rektum dan lever yang sangat berlemak. Penanda genetik untuk diabetes, kegemukan, peradangan dam kanker semuanya mengalami peningkatan aktifitas pada kelompok kedua (SO-CO). Kelompok yang paling sehat adalah yang pertama (CO) sedangkan yang paling sakit adalah kelompok terakhir (F-CO-SO).

Kesimpulannya

1. Semuanya itu Bohong

Teori yang selama ini diajarkan di sekolah itu berdasarkan pilih-pilih data untuk mendukung agenda industri tertentu. Bila data itu tidak mendukung posisi mereka, maka datanya akan dibuang dengan alasan “anomali”. Dulu, pengulangan percobaan oleh kelompok peneliti lain itu dianggap tidak penting, sehingga banyak penelitian buruk yang bisa dianggap sukses. Ini mirip dengan kasus peneliti Harvard yang disogok oleh industri gula untuk mempromosikan peningkatan konsumsi karbohidrat. Walaupun suatu jenis makanan itu tinggi akan lemak jenuh, bukan berarti makanan tersebut tidak sehat. Yang dimaksud disini adalah makanan tradisional seperti telur dan susu yang dianggak tidak sehat hanya karena kandungan lemak jenuh makanan ini. Tentu saja cake masih tergolong makanan tidak sehat karena cake mengandung karbohidrat olahan yang sangat tinggi.

2. Hanya Membandingkan Minyak Kedelai dan Kelapa

Penelitian ini hanya membandingkan minyak kedelai dan kelapa (yang biasa, bukan extra organic virgin dll). Ini bukannya menganjurkan anda mengkonsumsi 40% minyak. Studi ini tidak membandingkan efek konsumsi minyak yang berbeda terhadap manusia (bukan tikus). Studi ini juga tidak menyatakan bahwa minyak jenuh lebih sehat dari minyak tak-jenuh. 100 gr minyak zaitun mengandung 14 gr lemak jenuh, 73 gr lemak tak-jenuh tunggal, 11 gr lemak tak-jenuh ganda, dan masih dianggap makanan sehat walaupun titik asapnya tinggi (tidak cocok untuk menggoreng).

3. Makanan Alami Lebih Baik

Masalaah dari makanan yang terlalu banyak diolah adalah pemisahan dari komponen yang seharusnya dikonsumsi secara bersamaan. Contohnya adalah buah-buahan yang menyehatkan dan jus buah yang justru tidak sehat. Minyak kedelai hanya bisa diekstrak dengan proses industri kimia sedangkan minyak kelapa telah digunakan secara tradisional oleh masyarakat di asia tenggara selama beberapa generasi. Ini sebabnya mengapa semua bahan baku Magnus Breakfast Mix berasal dari proses alami.

 

1 thought on “Lemak Tak-Jenuh itu baik, Lemak Jenuh itu buruk?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *