Mengapa Kebanyakan Pil Diet Itu Illegal Atau Tidak Efektif (1 dari 3)

Beberapa hari yang lalu saya sedang mengajar di kelas biologi ketika salah satu murid saya bertanya mengenai pil diet apa yang saya anjurkan. Jawaban saya adalah pil diet yang terbukti efektif itu biasanya illegal, sedangkan yang legal itu biasanya tidak efektif. Tentu saja bagi sebagian orang yang asupan gizinya kurang seimbang, beberapa jenis suplemen bisa membantu. Beberapa suplemen alami juga bisa membantu bila digabung dengan olahraga. Namun bahan aktif dari suplemen ini biasanya sangat murah, dan apabila sudah dikemas dan diberi merek oleh perusahaan-perusahaan terkenal, biasanya harganya akan naik jauh. Dibawah ini adalah beberapa obat-obat diet yang umum, efektif namun ilegal di semua negara maju. Walaupun beberapa obat ini mungkin bisa anda jumpai di Indonesia, anda perlu waspada akan cara kerja obat-obatan ini dan mengerti mengapa mereka berbahaya dan perlu dihindari.

Obat-obat Diet yang Ilegal

DNP (2,4 Dinitrophenol)

Nama lain: 1 Hydroxy-2,4-dinitrophenol, Solfo Black, Nitrophen, Aldifen, dan Chemox

Obat ini sangat efektif. Seseorang dengan berat badan 100 kg bisa mengurangi berat badannya hingga 5 kg dalam 10 hari. Cara kerjanya sangat sederhana. Tubuh kita umumnya memperoleh energy dalam bentuk pembakaran glukosa menjadi ATP. dengan mengkonsumsi DNP, jumlah ATP yang bisa didapat dari setiap molekul glukosa akan menurun. Namun obat ini sudah dilarang oleh FDA untuk konsumsi manusia manusia sejak 1940an. Jika obat ini begitu efektif, lantas kenapa dilarang? Sebab konsumsi berlebihan (dan untuk seseorang dengan berat 100 kg, dosis efektifnya itu dibawah 200 mg), maka metabolisme tubuh anda akan meningkat sedemikian rupa hingga tubuh anda akan membakar organ dalam anda. Penggunaan lain dari obat ini adalah sebagai insektisida, pengawet kayu, herbisida, dan bahan peledak.

 

Sibutramine (chlorosibutramine)

Nama lain:  Reductil, Meridia, dan Siredia

Selain dari meningkatkan “biaya” mengubah makanan menjadi energi, cara lain untuk mengurangi berat badan adalah dengan mengurangi asupan makanan itu sendiri. Dan cara kerja obat ini adalah dengan menekan selera makan anda. Namun obat ini juga meningkatkan resiko terkena penyakit jantung dan stroke, selain dari efek samping lainnya seperti mulut kering, peningkatan nafsu makan bagi sebagian orang, mual, rasa aneh di mulut, sembelit , susah tidur, pusing, sakit sendi dan otot. Karena itu obat ini sudah dilarang di berbagai negara sejak 2010.

 

Ephedrine

Nama lain: Bronkaid, Primatene

Mamalia, contohnya seperti tikus, umumnya memiliki “lemak coklat” yang mampu membakar kalori. Sayangnya kebanyakan lemak manusia itu terdiri dari “lemak putih” yang tidak mampu melakukan fungsi ini. Ephedrine membuat otot tubuh kita menjadi seperti “lemak coklat” dalam membakar kalori secara pasif, selain juga memperlambat pengosongan lambung, sehingga anda juga akan merasa kenyang lebih lama. Produk ini pernah digunakan secara umum hingga beberapa dasawarsa. Sayangnya seiring dengan peningkatan penggunaan di kalangan umum, semakin banyak pula bukti akan beragam efek samping dari obat ini berupa peningkatan resiko stroke dan sakit jantung selain dari efek samping lainnya seperti susah tidur, sakit kepala, cemas, halusinasi, peningkatan tekanan darah dan denyut jantung, hilangnya nafsu makan dan susah buang air kecil. Karena itu pada akhirnya obat ini dilarang di semua negara maju.

 

Rimonabant

Nama lain: Acomplia, Zimulti

Ini adalah obat penekan selera makan lain yang dipasarkan di Eropa tahun 2006. Obat ini tidak pernah mendapat ijin edar di Amerika dan Kanada dan telah ditarik dari Eropa pada tahun 2008. Kenapa? Karena obat ini akan meningkatkan kecenderungan bunuh diri dan depresi, selain resiko lain seperti kecemasan, mudah tersinggung, insomnia, diare, muntah-muntah, kulit kering dan gatal, dan lain lain.

 

Fen-Phen

Nama lain: Fenfluramine (Podimin) dikombinasikan dengan Phentermine

Kedua jenis obat ini telah terbukti efektif untuk penurunan berat badan. Dan kombinasi keduanya semakin meningkatkan efektifitasnya. Masalahnya adalah kedua obat ini sudah dikenal memiliki efek samping yang berbahaya. Dan kombinasi dari keduanya meningkatkan resiko terkena hipertensi pulmonal fatal dan kelainan katup jantung. Pembuatnya sendiri yaitu Wyeth Pharmaceutical akhirnya harus membayar denda jutaan dolar amerika untuk segala penyakit yang diderita penggunanya

 

Clenbuterol

Nama lain: Dilaterol, Spiropent, Ventipulmin

Menurut gosip, ini adalah obat favorit para artis holywood untuk meningkatkan massa otot sambil mengurangi lemak badan. Bagi kaum hawa, obat ini juga tidak akan menimbulkan efek samping seperti munculnya kumis dan jakun. Percobaan pada binatang juga telah membuktikan bahwa efek-efek ini adalah nyata. Tentunya obat ini terlalu ideal untuk menjadi kenyataan bukan? Yaah, ternyata memang terlalu ideal.

Efek jangka pendek dari konsumsi clenbuterol oleh manusia itu mulai dari kram otot, tekanan darah tinggi, peningkatan denyut jantung, mulut kering, insomnia, muntah, gemetar, dan berkeringat. Efek-efek ini timbul dari sekedar konsumsi tidak langsung dari daging yang tercemar oleh clenbuterol. Efek jangka panjang berupa kelainan jantung dan penurunan massa tulang. Yang lebih parah lagi adalah tubuh anda akan semakin lama semakin kebal terhadap efek ibat ini. Jadinya dalam jangka waktu panjang, anda justru akan mengalami kenaikan berat badan. Saat ini clenbuterol hanya boleh dipakai untuk mengobati asma kuda. Dan sesudah diobati dengan clenbuterol, kuda tersebut sudah tidak lagi bisa dijagal dan dagingnya dikonsumsi oleh manusia.

Kesimpulan

Ya, obat-obat ini efektif sesuai iklannya. Namun cara kerja mereka berupa:

  1. Meningkatkan metabolisme anda dimana suhu badan juga akan secara otomatis meningkat, dengan resiko organ dalam tubuh anda akan mengalami kerusakan akibat suhu tubuh terlalu tinggi, atau dehidrasi.
  2. Menurunkan selera makan anda atau membuat perut anda berasa lebih penuh. Tentu saja mengingat obat-obatan ini mempengaruhi sistim saraf anda yang terhubung ke sistim pencernaan, ada kemungkinan saraf yang lain juga terpengaruh termasuk psikologi anda.

Kedua jenis mekanisme ini telah terbukti efektif, namun masing-masing memiliki resiko tersendiri, entah itu akan membunuh anda dalam jangka panjang, atau membuat anda kepingin bunuh diri. Inilah alasan kenapa obat-obatan ini dilarang di berbagai negara barat.

Untuk bagian berikutnya kita akan mengulas beberapa obat yang dijual bebas namun mungkin tidak seefektif yang dikatakan.

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *