Dongeng Kolesterol dan Penipuan Diet Global (4 dari 10)

Andai kata anda bingung kenapa saya memilih gambar diatas, ikan cod itu makanan kesukaan The Rock dan memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi.

Jadi anda telah selesai membaca seri ketiga dan memutuskan untuk tetap lanjut. Selamat! Anda layak dapat penghargaan karena anda memiliki pemikiran skeptis yang sehat. Ada teman yang lantas bertanya “Bila apa yang kamu katakan itu benar, lantas kenapa begitu banyak orang yang terlibat dalam penipuan ini?” Yaah, sudah ada banyak orang yang menerima hadiah Nobel dari penipuan ini (hadiah Nobel = uang dan ketenaran), jelas mereka memiliki insentif untuk tetap mempertahankan dongeng ini. Ada pula kebanyakan dokter yang mendapatkan gelar mereka melalui sistim pendidikan yang mengajarkan dongeng “diet jantung” ini. Bagi mereka, kenyataan bahwa mereka telah mengorbankan sekian banyak uang, waktu dan tenaga hanya untuk menghafal dongeng isapan jempol itu merupakan sesuatu yang sulit diterima.

Yang pasti perusahaan pakan dan makanan besar telah banyak mengambil untung dengan cara mengambil lemak alami dari makanan, menggantinya dengan gula, lantas mengatakan itu sehat. Contohnya adalah biskuit. Biskuit dengan resep asli (dari eropa dan yang asli dari nenek kita) akan menggunakan lemak susu sebagai pelembut tekstur (margarin itu ciptaan baru). Namun karena lemak susu itu mudah teroksidasi, maka dia tidak bisa disimpan lama, jadi “asem”. Kalo semua lemak susunya diambil, rasanya jelas jadi tidak enak, maka dari itu biar tetap enak, digantilah dengan gula dan mentega (atau TBM dan sejenisnya). Kita jelas tahu kalau anda lebih banyak duduk (seperti kebanyakan karyawan kantoran) terlalu banyak gula itu justru membuat obesitas dan diabetes. Mentega sendiri tidak ada secara alami, kadar Omega 6nya jauh lebih tinggi dari Omega 3 dari makanan alami, selain itu kadar trans-fatty acidnya sangat tinggi, jauh lebih susah dicerna oleh tubuh, alias membuat orang gemuk. Namun dengan sulapan mereka, makanan roti yang tadinya sehat dan alami menjadi makanan monster yang merusak kesehatan dan justru dibilang “sehat”. Kenapa? Yaah, kalau lebih susah basi di rak penjualan khan laba mereka jadi lebih tinggi.

Yang terakhir, pabrik obat-obatan dunia juga akan mendapat laba yang sangat tinggi dengan mencekoki kita obat-obat penurun kolesterol yang “kita butuhkan”.

Sekarang anda telah tahu motifasi dari kelompok diet-jantung, mari kita lanjut ke dongeng berikutnya.

 

“Dongeng #4: Kolesterol Menyumbat Pembuluh Darah”

Ijinkan saya menunjukkan diagram dibawah yang menghubungkan dongeng ini dengan dongeng dongeng lain yang dirangkai oleh kelompok diet-jantung. Dalam bukunya, Dr. Uffe Ravnskov telah membuktikan semua ini cuman isapan jempol dan anda bisa membaca ulang rangkuman saya mengenai betapa dongeng #1: makan lemak hewani menimbulkan sakit jantung, dongeng #2: kolesterol tinggi menyebabkan sakit jantung, dan dongeng #3: lemak jenuh menumbulkan kolesterol itu semuanya bohong.

gambar2

Dongeng ini juga mulai timbul tahun 1953, sekali lagi dipopulerkan oleh Dr. Ancel keys, orang yang sama yang mengarang dongeng #3. Dia menyatakan bahwa “ciri utama dari arteri yang sklerotik (mengalami pengerasan dinding arteri) adalah kadar kolesterol yang terlalu tinggi di arteri. Dan kolesterol ini berasal dari darah.”

Yang menarik adalah Dr. keys sendiri tidak pernah memberikan bukti penelitian untuk menopang pernyataan dia. Dia cuman bilang begitu saja dan selsai sudah. Dalam ilmu fisika, ini disebut postulat, bukan, hukum, namun ini sudah seperti hukum saja di kelas kedokteran berbagai negara.

 

Yang lebih menarik lagi adalah di tahun 1936, Dokter spesialis patologi Kurt Landé dan ahli biokimia Warren Sperry dari departemen forensik New York University sudah melakukan penelitian mengenai hubungan kadar kolesterol darah dengan atheroschlerosis (istilah untuk arteri yang sklerotik) dan mendapat hasil bahwa tidak ada hubungan antara kedua hal ini. Penelitian lebih lanjut juda dulakukan di Kanada tahun 1957 dengan hasil bahwa dua hal ini tidak berhubungan. Anda bisa membacanya sendiri pada publikasi Canadian Journal of Biochemistry and Physiology tahun 1957 yang membandingkan total kolesterol dalam serum darah dengan konsentrasi lemak pada arteri manusia. Penelitian lebih lanjut juga dilakukan oleh Dr. Mathur di India dimana dia tidak menemukan hubungan antara kedua faktor ini. Anda bisa membacanya di Advances of Pharmacology volume 2 dimana Dr. Mathur melakukan penelitian dengan 200 sample.

Anda mungkin akan berdalih bahwa 3 penelitian ini dilakukan pada mayat (kalau tidak, bagaimana lagi orang2x tahun 1930-1960 bisa melihat arteri seseorang?) dan kadar kolesterol darah manusia akan turun sesudah kematian. Sayangnya Dr. Mathur juga telah membuktikan bahwa kadar kolesterol darah seseorang akan cenderung stabil untuk 16 jam pertama sesudah kematian. Jadi hasil 3 penelitian di atas itu semuanya valid.

Bila anda ingin bukti lebih lanjut mengenai kebohongan dongeng ini, silahkan baca sendiri buku Dr. Ravnskov dimana dia akan membuktikan lebih teliti akan study Farmingham yang terkenal dan di gunakan oleh Dr.Keys untuk mengisi bualan dia.

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *