Mengapa Mantan Peserta Biggest Looser Jadi Gemuk Lagi

Health Blog

Semua orang suka dengan hasil yang instant. Dan kenyataannya, generasi sekarang memiliki lebih banyak orang gemuk dibanding generasi sebelum-sebelumnya. Semua orang tahu bahwa gemuk itu tidak sehat. Gabungkan dari ketiga hal ini dengan kegemaran kita menonton “acara realita” dan anda mendapatkan acara “The Biggest Looser”. Sekilas acara ini keliatannya cukup menarik dimana orang-orang yang sangat gemuk bisa kehilangan berat badan dengan cepat dan memiliki tubuh yang sehat dengan cepat. Apa masalahnya?

Kebanyakan Peserta Kembali Menjadi Gemuk

Berdasarkan penelitian lanjutan yang dilakukan oleh National Institute of Health (USA) pada 14 mantan peserta Biggest Looser, hampir semuanya kembali menjadi gemuk. Publikasi penelitian ini diliputi oleh Scientific AmericanCNN, USA Today, dan New York Times. Yang paling parah adalah bukan saja para mantan peserta ini kembali menjadi gemuk, namun tingkat metabolisme basal mereka turun hingga 704 Kcal/hari. Sebagai perbandingan, tingkat metabolisme basal rata-rata pria di Amerika itu adalah 1,662 Kcal/hari dan untuk wanita adalah 1,493 Kcal/hari. Artinya, walaupun para mantan peserta ini sudah makan lebih sedikit dari kebanyakan orang, mereka masih menjadi gemuk dalam jangka panjang.

Ini terdengar seperti seseorang yang anda kenal?

Mengapa ini tidak mengherankan

Sayangnya, ini adalah kondisi yang sudah dikenal secara ilmiah, dengan istilah neuroendocrineimmune dysfunction dan lebih dikenal dengan istilah kerusakan metabolisme di kalangan bodybuilding. Benar, para gym maniak yang banyak menghabiskan waktu mengangkat besi ini tahu satu dua hal tentang metabolisme yang tidak diketahui kebanyakan orang. Kelainan ini sebenarnya merupakan bagian dari mekanisme adaptasi alami, dimana tubuh berusaha sebisa mungkin untuk menyimpan tenaga (yaitu lemak tubuh) sebelum mendapatkan makanan berikutnya. Dan bila anda melihat bagaimana para peserta itu dipaksa melakukan latihan kardio yang lama dengan konsumsi kalori yang sangat rendah hingga berbulan-bulan, tentu saja mereka akan mengalami kerusakan metabolisme.

Apa yang perlu dilakukan

Bila anda mengenal seseorang yang gemuk dan ingin langsing, dan anda tidak ingin dia mengalami kerusakan metabolisme, maka cara yang saya anjurkan ini kedengarannya justru aneh. Jangan membuat diri kelaparan hingga serasa mau mati saja. Yang saya anjurkan justru memakan (porsi yang dibatasi) ketika merasa lapar dan makanlah makanan yang berkualitas (yang tidak boleh itu makanan yang mengandung gula, goreng-gorengan, yang mengandung margarin dan alkohol). Dan bukannya terus terusan disuruh main kardio (lari, sepedaan), dia justru perlu melakukan latihan beban. Sebab latihan beban telah terbukti mampu meningkatkan tingkat metabolisme anda hingga 48 jam sesudah anda selsai berlatih. Jadi ini seperti mendapatkan mesin yang lebih besar di mobil anda yang akan membakar bensin lebih cepat.

Tentu saja bila orang tersebut telah mengalami kerusakan metabolisme tingkat tertentu, mungkin orang tersebut akan membutuhkan fase latihan yang berbeda pada periode tertentu. Tingkat kerusakan yang lebih tinggi akan perlu dipulihkan dengan tambahan suplemen dan terapi hormon sebab ini menunjukkan kerusakan di sistim endokrin orang tersebut.

Menurunkan berat badan itu bukan sekedar mengurangi makan dan menambah latihan. Kesuksesan jangka panjang itu diperoleh dengan makanan dan latihan yang cerdas

4 thoughts on “Mengapa Mantan Peserta Biggest Looser Jadi Gemuk Lagi

    1. semua orang itu dasarnya memiliki tingkat metabolisme basalt (BMR) tertentu. Teman anda yang kurus biarpun makan banyak itu metabolismenya jauh lebih tinggi dari orang normal. Buat orang yang awalnya gemuk (seperti peserta biggest looser ini) kalau awal-awal dihajar diet ketat, buntutnya itu metabolisme basalt mereka akan menurun dalam jangka panjang. Akibatnya yaah biar makannya dikit, tetep aja jadi lemak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *